Aku Mencintaimu Adalah Penggenapan Hidup

Posted: Oktober 11, 2012 in Uncategorized

Tak banyak yang bisa aku katakan di satu tahun usia kebersamaan kita. Masih terlalu balita untuk kemudian mengatakan bahwa kita sudah saling mengenal satu sama lain. Terlalu dini untuk kemudian aku katakan bahwa kita sudah saling memahami. Yang pasti selama ini aku dan kamu sedang berusaha untuk saling menerima kekuranganku dan juga kekuranganmu sebagai sebuah paket yang utuh dalam diri.

September ini menggenapi perjalanan panjang dua insan yang di ciptakan untuk bertemu dan kemudian bersama. Baru kemarin rasanya kita bertemu di sudut kota itu. Kemudian saling menyapa dan berbagi cerita. Sepertinya tak akan pernah habis waktu yang kita lalui bersama, dari satu angkringan ke angkringan berikutnya, atau kadang-kadang kita mencoba kopi di sepanjang cafe yang merebak bak cendawan di musim hujan. Ah…termasuk menikmati kuliner mie goreng jawa, tengkleng dan sate klatak. Tempat-tempat itu yang sering kita singgahi untuk berbagi cerita. Tak tergantikan juga kehangatan yang disajikan dari segelas wedang uwuh di Imogiri atau makam Kota Gede.

Kemudian menyusuri kota budaya. Mengabadikan setiap moment budaya yang tersaji, dari titik nol, taman parkir, Tembi dan juga taman budaya. Rasanya tak akan pernah habis waktu yang kita lewati untuk menelisik kembali cinta kita yang kemudian tumbuh.

Aku dan kamu, kemudian menjadi kita. Adalah sebuah keputusan dewasa yang kita pilih dari sebuah perjalanan kesendirian yang menahun. Tak gampang kemudian menjadi kita, ada aku dan kamu dalam setiap saat. Memadukan kebiasaan yang sudah menahun menggerogoti diri sendiri dan bahkan seperti menjadi candu. Tidak untuk mengubah aku tidak juga untuk mengubah kamu. Karena kita adalah pribadi yang utuh dan berbeda. Demikian juga kebersaan kita ini.

Aku masih ingat ketika purnama beberapa bulan lalu. Di bawah biasnya kita kemudian saling mengatakan untuk tetap saling menjaga dan menghargai pilihan-pilihan hidup kita. Karena kita masing-masing tahu bahwa ada perjuangan-perjuangan hidup yang telah kita lakukan sejak dulu, sebelum aku dan kamu bersama. Kita menyadari itu.

Bahkan ketika keraguanku belum terjawab atas ajakanmu untuk saling mencintai. Kamu pun bersabar dan mengatakan, aku tak akan membuatmu berubah. Tapi akau akan mengajakmu untuk kita saling menjalani hidup ini, dengan tidak saling membatasi, tapi saling melengkapi. Ya..kita akan saling melengkapi. Kataku dan kemudian kita sepakati.

Setahun kita lewati rindu yang kadang menyiksa rasa, ketika aku dan kamu harus berada di tempat yang berbeda. Aku pun tahu betapa sulit kita untuk tidak mengatakan rindu. Tapi demikian kita juga menyadari bahwa ketika aku dan kamu memutuskan untuk saling mencintai dan menerima, termasuk rentang waktu yang saat ini berjarak.

Tak apa, demikian katamu setiap kali kita akan berpisah, setelah akhir pekan lalu kita bersama. Aku tahu ada nada rindu yang tengah kau titipkan pada angin, ketika kau tanya berapa lama lagi kau akan pergi? Ah kekasihku, aku pun ingin memelukmu terus dalam rinduku.

Tahun ini saja kita akan berjarak. Demikian katamu, karena esok kita akan bersama. Menghabiskan purnama dalam tegukkan kopi hitam kesukaanmu. Menghabiskan sisa usia kita dalam cengkerama malam yang tak akan pernah tersisa. Esok ketika kau terjaga akan ada aku, kita akan selalu ada.

Kita akan terus menuliskan kalimat-kalimat rindu yang tak akan habis setiap saat. Ia akan merebak sepanjang usia kita, seperti wangi kenanga di sudut taman itu. Tak akan pernah berhenti untuk katakan cinta, karena hanya itu yang kita punya dalam hidup. Dan kita yakin hanya cinta yang tak akan membiarkan kita saling menyakiti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s